40 Hari Menuju Kekayaan
WASILAH KEKAYAAN
Di bawah ini adalah wasilah atau jalan menuju kekayaan
berlimpah.
1. Mau belajar
2. Bisnis
3. Investasi : Reksadana, Properti, Emas, investasi pada bisnis orang lain.
1. Mau belajar
2. Bisnis
3. Investasi : Reksadana, Properti, Emas, investasi pada bisnis orang lain.
PEMBELAJARAN
Sukses itu perlu belajar. Untuk menjadi kaya, ya harus mau
belajar. Belajar yang baik itu harus ada gurunya. Langsung.
Membaca buku memang bagus. Lebih bagus daripada orang yang tidak membaca. Tapi, jika ingin lebih dahsyat lagi, belajar langsung dari orang kaya dan sukses. Langsung dari orangnya. Bukan sekedar dari bukunya.
Ada tiga cara belajar secara langsung: jadi partner bisnisnya, jadi stafnya, atau jadi muridnya. Itu lebih mengena. Anda akan merasakan aura positif, semangat kerja, motivasi bisnis, inspirasi, dan seterusnya.
Membaca buku memang bagus. Lebih bagus daripada orang yang tidak membaca. Tapi, jika ingin lebih dahsyat lagi, belajar langsung dari orang kaya dan sukses. Langsung dari orangnya. Bukan sekedar dari bukunya.
Ada tiga cara belajar secara langsung: jadi partner bisnisnya, jadi stafnya, atau jadi muridnya. Itu lebih mengena. Anda akan merasakan aura positif, semangat kerja, motivasi bisnis, inspirasi, dan seterusnya.
BISNIS
Ya.. ini tidak bisa ditawar lagi. Salah satu jalan menuju
kaya adalah harus mempunyai usaha atau bisnis. Tanpa bisnis, sepertinya akan
membutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk menjadi kaya dan sukses.
Bisnis apa saja. Selama halal dan legal, kenapa tidak dijalankan.
Ingat, sembilan dari sepuluh pintu rezeki itu ada dalan perniagaan. Perniagaan sama dengan perdagangan alias bisnis. Jadi, 90% pintu rezeki itu ada dalam bisnis. Lalu, yang 10% lagi? Ini diperebutkan oleh pekerjaan diluar bisnis. Contoh: karyawan, pengacara, dan seterusnya.
Bagi Anda yang saat ini masih bingung untuk memulai bisnis, jangan khawatir. Saran saya, berdoa saja dulu, lengkapi dengan amal ibadah, baik yang wajib maupun yang sunnah. Lebih top lagi, lakukan ke-7 langkah di atas dengan konsisten. Insya Allah, pasti ada saja jalannya. Pasti Allah kasih jalan usaha.
Setelah itu, mulai deh intip-intip usaha apa yang modalnya kecil tapi hasilnya bagus. Seperti: jual beli rumah, jual beli motor, jual beli mobil. Gak usah kita yang beli. Kita jadi reseller juga bagus. Atau istilah lainnya agent. Reseller, agent, broker, pialang, makelar itu adalah sama. Sama-sama usaha modal kecil bahkan 0% alias tanpa modal.
Atau barangkali kita coba bisnis Paytren. Boleh juga. Seperti saya. Alhamdulillah, Paytren itu bisnis yang menghasilkan. Modalnya minim, gak sampai 500 ribu. Hasilnya lumayan bagus. Cara kerjanya sederhana. Mau mencoba? Silahkan pelajari di sini : Bisnis Paytren ustadz Yusuf Mansur.
Bisnis apa saja. Selama halal dan legal, kenapa tidak dijalankan.
Ingat, sembilan dari sepuluh pintu rezeki itu ada dalan perniagaan. Perniagaan sama dengan perdagangan alias bisnis. Jadi, 90% pintu rezeki itu ada dalam bisnis. Lalu, yang 10% lagi? Ini diperebutkan oleh pekerjaan diluar bisnis. Contoh: karyawan, pengacara, dan seterusnya.
Bagi Anda yang saat ini masih bingung untuk memulai bisnis, jangan khawatir. Saran saya, berdoa saja dulu, lengkapi dengan amal ibadah, baik yang wajib maupun yang sunnah. Lebih top lagi, lakukan ke-7 langkah di atas dengan konsisten. Insya Allah, pasti ada saja jalannya. Pasti Allah kasih jalan usaha.
Setelah itu, mulai deh intip-intip usaha apa yang modalnya kecil tapi hasilnya bagus. Seperti: jual beli rumah, jual beli motor, jual beli mobil. Gak usah kita yang beli. Kita jadi reseller juga bagus. Atau istilah lainnya agent. Reseller, agent, broker, pialang, makelar itu adalah sama. Sama-sama usaha modal kecil bahkan 0% alias tanpa modal.
Atau barangkali kita coba bisnis Paytren. Boleh juga. Seperti saya. Alhamdulillah, Paytren itu bisnis yang menghasilkan. Modalnya minim, gak sampai 500 ribu. Hasilnya lumayan bagus. Cara kerjanya sederhana. Mau mencoba? Silahkan pelajari di sini : Bisnis Paytren ustadz Yusuf Mansur.
INVESTASI
Setelah bisnis dijalankan, langkah selanjutnya adalah
investasi. Ingat ya, investasi yang halal dan berkah. Bukan investasi bodong.
Investasi yang bagus itu contohnya reksadana, emas, properti, dan investasi pada bisnis orang lain.
Bisnis itu ibarat pedang, investasi itu ibarat tameng. Bisnis itu ibarat amunisi dan alat perang, investasi itu benteng.
Ada kalanya, bisnis itu tidak semulus yang kita harapkan. Bisnis itu tidak selamanya untung. Ada kalanya bisnis itu merugi. Saat-saat merugi, saat-saat orderan sepi, kita butuh dana cadangan. Jangan sampai zero saving.
Dari mana kita bisa dapat dana cadangan? Ya dari simpanan kita. Dari investasi kita. Contoh: emas dan reksadana.
Bagaimana dengan investasi pada bisnis orang lain, saham pada bisnis orang lain? Berinvestasilah pada bisnis yang sudah teruji. Baik bisnisnya maupun ownernya. Cirinya? Bisnisnya sudah jalan tiga tahun lebih dan sudah mempunyai 3 cabang.
Gak usah muluk-muluk. Kita bisa menanam modal pada warung di sekitar kita. Lihat dan perhatikan. Jika ia sudah mempunyai 3 cabang, maka cabang yang keempat kita yang modalin. Kita bisa ikut memberikan modal.
Mengapa harus berinvestasi pada bisnis orang lain? Untungnya kan lebih kecil dibandingkan dengan bisnis milik sendiri? Betul. Itu betul.
Alasannya sederhana. Apabila usaha kita bangkrut, kita masih punya penghasilan.
Lebih bagus lagi, kalau kita mempunyai saham pada 5 perusahaan yang berbeda, pada bisnis yang berbeda, pada warung yang berbeda. Saat yang 1 bangkrut, kita masih punya 4 lagi yang lain.
Baiklah.
Sepertinya, mata anda sudah lelah membaca artikel ini.
Silahkan lakukan langkah tersebut di atas. Insya Allah rezeki itu, kekayaan itu akan tunduk kepada Anda. Insya Allah, Allah akan berikan kepada Anda.
Jika dilakukan dengan benar, ikhlas, dan sungguh-sungguh, bisa jadi, sebelum 40 hari, anda sudah menjadi orang kaya.
Investasi yang bagus itu contohnya reksadana, emas, properti, dan investasi pada bisnis orang lain.
Bisnis itu ibarat pedang, investasi itu ibarat tameng. Bisnis itu ibarat amunisi dan alat perang, investasi itu benteng.
Ada kalanya, bisnis itu tidak semulus yang kita harapkan. Bisnis itu tidak selamanya untung. Ada kalanya bisnis itu merugi. Saat-saat merugi, saat-saat orderan sepi, kita butuh dana cadangan. Jangan sampai zero saving.
Dari mana kita bisa dapat dana cadangan? Ya dari simpanan kita. Dari investasi kita. Contoh: emas dan reksadana.
Bagaimana dengan investasi pada bisnis orang lain, saham pada bisnis orang lain? Berinvestasilah pada bisnis yang sudah teruji. Baik bisnisnya maupun ownernya. Cirinya? Bisnisnya sudah jalan tiga tahun lebih dan sudah mempunyai 3 cabang.
Gak usah muluk-muluk. Kita bisa menanam modal pada warung di sekitar kita. Lihat dan perhatikan. Jika ia sudah mempunyai 3 cabang, maka cabang yang keempat kita yang modalin. Kita bisa ikut memberikan modal.
Mengapa harus berinvestasi pada bisnis orang lain? Untungnya kan lebih kecil dibandingkan dengan bisnis milik sendiri? Betul. Itu betul.
Alasannya sederhana. Apabila usaha kita bangkrut, kita masih punya penghasilan.
Lebih bagus lagi, kalau kita mempunyai saham pada 5 perusahaan yang berbeda, pada bisnis yang berbeda, pada warung yang berbeda. Saat yang 1 bangkrut, kita masih punya 4 lagi yang lain.
Baiklah.
Sepertinya, mata anda sudah lelah membaca artikel ini.
Silahkan lakukan langkah tersebut di atas. Insya Allah rezeki itu, kekayaan itu akan tunduk kepada Anda. Insya Allah, Allah akan berikan kepada Anda.
Jika dilakukan dengan benar, ikhlas, dan sungguh-sungguh, bisa jadi, sebelum 40 hari, anda sudah menjadi orang kaya.

Silahkan Berkomentar ;) "40 Hari Menuju Kekayaan"
Post a Comment